Renungan Kristen - Khotbah Kristen - Download Lagu Rohani
Terbaru !!
Loading...
Monday, 10 February 2014

Info Post
Penulis          : Tidak Diketahui
Tema             : Kerajaan Teokratis
Tanggal Penulisan: Akhir abad ke-10 SM

Latar Belakang
Di PL Ibrani, 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab. Keduanya diberi nama
menurut nabi Samuel, tokoh yang sangat dihormati sebagai seorang pemimpin
rohani Israel yang tangguh dan yang dipakai Allah untuk mengatur kerajaan
teokratis. 1 Samuel meliputi hampir seratus tahun sejarah Israel -- dari
kelahiran Samuel hingga wafatnya Saul (sekitar 1105-1010 SM) -- dan
merupakan mata rantai sejarah yang utama di antara masa para hakim dengan
raja Israel yang pertama. 2 Samuel terutama membahas raja Daud sedangkan 1
Samuel meliput tiga peralihan utama dalam kepemimpinan nasional: dari Eli ke
Samuel, dari Samuel ke Saul, dan dari Saul ke Daud.

Masalah kepenulisan mencakup 1 dan 2 Samuel sebagai satu karya tunggal.
Karena sebagian 1 Samuel dan seluruh 2 Samuel ditulis setelah kematiannya,
Samuel hanya menjadi salah satu penulis penyumbang (bd. 1Sam 10:25).
Karya terakhir ditulis oleh seorang sejarahwan dan nabi yang terilham yang
memakai beberapa sumber, termasuk catatan-catatan Samuel
(bd. 2Sam 1:18; 1Taw 27:24; 1Taw 29:29); identitas sejarahwan terilham ini
tidak kita kenal.  Kemungkinan besar kitab ini diselesaikan tidak lama
sesudah tahun 930 SM, karena 1 Samuel tampaknya menunjuk kepada pecahnya
kerajaan (1Sam 27:6) dan 2 Samuel berakhir dengan hari-hari terakhir
Daud.

Tujuan
1 Samuel menguraikan titik peralihan yang kritis dalam sejarah Israel dari
kepemimpinan para hakim kepada pemerintahan seorang raja. Kitab ini
menyatakan ketegangan di antara pengharapan bangsa itu akan seorang raja
(seorang pemimpin yang lalim, "seperti pada segala bangsa-bangsa lain,"
1Sam 8:5) dan pola teokratis Allah, dengan Allah sebagai Raja mereka.
Kitab ini menunjukkan dengan jelas bahwa ketidaktaatan Saul dan
pelanggarannya terhadap tuntutan-tuntutan teokratis jabatannya membuat Allah
menolak dan menggantikannya sebagai raja.

Survai
Isi 1 Samuel berfokus pada tiga pemimpin penting nasional: Samuel, Saul, dan
Daud.

(1) Samuel adalah hakim terakhir dan yang pertama memegang jabatan nabi
    (sekalipun dia bukan nabi yang pertama, bd. Ul 34:10; Hak 4:4).
    Sebagai seorang yang amat saleh dan berkarunia nubuat, Samuel

    (a) dengan bijaksana memimpin Israel kepada kebangunan ibadah yang
        sejati (pasal 7; 1Sam 7:1-17),

    (b) meletakkan landasan yang memberikan para nabi kedudukan yang layak
        di Israel (1Sam 19:20; bd. Kis 3:24; Kis 13:20; Ibr 11:32), dan

    (c) dengan jelas mendirikan kerajaan itu sebagai suatu kerajaan
        teokratis (1Sam 15:1,12,28; 1Sam 16:1). Pentingnya Samuel sebagai
        pemimpin rohani umat Allah selama masa perubahan besar dalam
        sejarah Israel digolongkan sebagai nomor dua setelah pentingnya
        Musa pada masa keluaran.

(2) Saul menjadi raja pertama Israel karena bangsa itu menuntut seorang raja
    "seperti pada segala bangsa-bangsa lain" (1Sam 8:5,20). Saul dengan
    cepat menunjukkan bahwa secara rohani ia tidak cocok untuk memangku
    jabatan teokratis itu; karena itu dia kemudian ditolak oleh Allah
    (pasal 13, 15; 1Sam 13:1-22; 1Sam 15:1-35).

(3) Daud, pilihan berikutnya untuk mewakili Allah sebagai raja, diurapi oleh
    Samuel (pasal 16; 1Sam 16:1-23). Daud menolak untuk merebut takhta
    Saul dengan kekerasan atau pemberontakan melainkan menyerahkan
    kenaikan pangkatnya kepada Allah. Sebagian besar
    pasal 19-30 (1Sam 19:1--30:31) menguraikan baik pelarian Daud dari
    Saul yang iri secara membabi buta maupun kesabaran Daud dalam
    menantikan Allah untuk bertindak pada waktu yang ditentukan-Nya.
    Kitab ini diakhiri dengan kematian Saul yang menyedihkan
    (pasal 31; 1Sam 31:1-13).

Ciri-ciri Khas
Enam ciri utama menandai 1 Samuel.

(1) Kitab ini dengan jelas menyajikan standar-standar kudus Allah bagi
    kerajaan Israel. Para raja Israel harus menjadi pemimpin yang tunduk
    kepada Allah selaku Raja sesungguhnya atas bangsa itu, menaati
    hukum-hukum-Nya dan membiarkan dirinya dibimbing dan ditegur oleh
    penyataan-Nya melalui para nabi.

(2) Kitab ini mencatat dasar bagi permulaan pentingnya jabatan nabi di
    Israel sebagai sederajat secara rohani dengan jabatan imam. Kitab ini
    memuat beberapa rujukan pertama dalam PL kepada sekelompok nabi
    (1Sam 10:5; 1Sam 19:18-24).

(3) Pertama Samuel menekankan pentingnya doa dan kuasanya (1Sam 1:10-28;
    1Sam 2:1-10; 1Sam 7:5-10; 1Sam 8:5-6; 1Sam 9:15; 1Sam 12:19-23),
    Firman Allah (1Sam 1:23; 1Sam 9:27; 1Sam 15:1,10,23), dan
    Roh nubuat (1Sam 2:27-36; 1Sam 3:20; 1Sam 10:6,10; 1Sam 19:20-24;
    1Sam 28:6).

(4) Kitab ini berisi informasi biografis yang kaya dan wawasan mengenai tiga
    pemimpin penting Israel -- Samuel (pasal 1-7; 1Sam 1:1--7:17), Saul
    (pasal 8-31; 1Sam 8:1--31:13), dan Daud
    (pasal 16-31; 1Sam 16:1--31:13).

(5) Kitab ini penuh dengan kisah-kisah Alkitab yang terkenal, misalnya Allah
    berbicara kepada Samuel muda (pasal 3; 1Sam 3:1-21), Daud dan Goliat
    (pasal 17; 1Sam 17:1-58), Daud dan Yonatan
    (pasal 18-20; 1Sam 18:1--20:43), iri hati dan ketakutan Saul akan
    Daud (pasal 18-30; 1Sam 18:1--30:31), dan Saul serta perempuan
    pemanggil arwah di En-Dor (pasal 28; 1Sam 28:1-25).

(6) Kitab ini merupakan sumber dari istilah-istilah yang sering kali
    dipakai: "Ikabod" yang artinya "tanpa kemuliaan," karena "telah lenyap
    kemuliaan dari Israel" (1Sam 4:21); "Eben-Haezer" yang artinya
    "batu pertolongan," karena "Sampai di sini Tuhan menolong kita"
    (1Sam 7:12); dan "Hidup raja!" (1Sam 10:24). Kitab ini juga
    merupakan kitab PL pertama yang memakai istilah "Tuhan semesta alam"
    (mis. 1Sam 1:3).

Penggenapan dalam Perjanjian Baru
1 Samuel mencatat dua lambang kenabian tentang pelayanan Yesus sebagai nabi,
imam, dan raja.

(1) Sebagai nabi dan imam yang menjadi wakil utama Allah kepada Israel,
    Samuel melambangkan pelayanan Yesus yang sebagai nabi dan imam menjadi
    wakil terutama Allah kepada Israel.

(2) Daud -- lahir di Betlehem, seorang gembala dan raja yang diurapi Allah
    dan yang mengabdi kepada maksud-maksud Allah bagi angkatannya
    (Kis 13:36) -- menjadi lambang utama PL dan pendahulu raja Mesias
    Israel. PB menyebut Yesus Kristus sebagai "Anak Daud"
    (mis. Mat 1:1; Mat 9:27; Mat 21:9), "keturunan Daud" (Rom 1:3),
    dan "tunas, yaitu keturunan Daud" (Wahy 22:16).

Red heart Angel TUHAN YESUS MEMBERKATI Angel Red heart

Semoga melalui posting"Pengantar Kitab 1 Samuel (Full Life)" saudara bisa diberkati

Like, +1, dan Komentar akan membantu kami untuk memberikan yang terbaik untuk saudara.

Comments